Seni Musik menurut Schopenhauer

Schopenhauer dan banyak pemikir sesudahnya percaya bahwa wawasan paling penting dari Kant ialah bahwa sebagai manusia, kita berpikir, mempersepsi, mengetahui, mengalami, sadar akan sesuatu tidak hanya pada realitas yang dihadapi, tetapi juga pada aparatus yang kita pakai untuk melakukan semua itu, seperti tubuh kita dengan indra-indranya, sistem saraf, dan otak.

arthur-schopenhauer
Arthur Schopenhauer (1788 – 1860)

Jika perangkat itu bisa menangkap sesuatu, hal itu bisa terjadi karena ada sebuah objek yang mungkin untuk kita alami. Objek itu sendiri tak harus bersifat fisik: objek tersebut bisa segala macam hal, seperti isi percakapan orang lain, musik atau matematika, rasa ikan, sebuah pemikiran, sebuah ingatan, sebuah niat, sebuah kepercayaan, atau apapun yang lainnya. Lanjutkan membaca “Seni Musik menurut Schopenhauer”

Seni Musik menurut Schopenhauer

Perbandingan Antara Tes Inteligensi dan Tes Bakat

Bersama rekan-rekannya, Binet menghabiskan waktu untuk melakukan penelitian sederhana tentang cara mengukur kecerdasan atau inteligensi. Pada tahun 1904, Menteri Pengajaran Umum Perancis menugaskannya ke komisi guna memelajari prosedur untuk pendidikan anak yang terbelakang. Dalam kaitannya dengan penugasan ini, Binet berkerjasama dengan Simon menyiapkan Skala Binet-Simon. Terdiri dari 30 permasalahan, tes diatur dalam urutan tingkat kesulitan yang makin tinggi. Tes ini dirancang mencakup rentang fungsi yang luas dengan penekanan khusus pada bagian penilaian (judgement), pemahaman, dan penalaran yang dianggap Binet sebagai komponen Hakiki dari inteligensi.65948f43-98b5-4aea-9cbe-e9699632d685 Lanjutkan membaca “Perbandingan Antara Tes Inteligensi dan Tes Bakat”

Perbandingan Antara Tes Inteligensi dan Tes Bakat

Menalar Bahasa Melalui Psikologi Kognitif

Ahli psikologi kognitif menekankan bahwa bahasa manusia mungkin adalah salah satu proses paling kompleks yang ditemukan di planet ini (Gleitman & Liberman, 1995). Ranah bahasa meliputi kemampuan impresif yang beragam. Misalnya saja memahami bahasa yang disuarakan: encoding suara pembicara, memahami aturan tata bahasa, mengakses makna bahasa, mengapresiasi intonasi pembicara (apakah kalimat tanya atau pernyataan).

linguistic-tree

Lanjutkan membaca “Menalar Bahasa Melalui Psikologi Kognitif”

Menalar Bahasa Melalui Psikologi Kognitif

Norma dalam Tes Psikologi dan Mengapa Kita Memerlukan Statistik

Sebagai komitmen terhadap metode saintifik, psikologi modern telah memutakhirkan dirinya dari spekulasi tentang sifat manusia. Penelitian ilmiah membutuhkan observasi sistematis. Metode statistikal menyajikan dua tujuan penting dalam rangka pencarian pemahaman ilmiah.

statistik
Gambar Grafik

Lanjutkan membaca “Norma dalam Tes Psikologi dan Mengapa Kita Memerlukan Statistik”

Norma dalam Tes Psikologi dan Mengapa Kita Memerlukan Statistik

Review Film Transcendence

Sutradara: Wally Pfister

Genre: Science fiction

Year: 2014

transceposter

Siapa sangka perhelatan sebuah konferensi sains dapat menjadi pemicu serangan teroris. Teror menghentak secara simultan menargetkan beberapa lembaga riset kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kelompok yang bertanggung-jawab adalah RIFT, Revolutionary Independence from Technology, sekelompok teroris yang memegang pandangan apokaliptik bahwa kecerdasan buatan merupakan ancaman bagi kemanusiaan. Bagi RIFT, “Self-aware technology has doomed us all.” Lanjutkan membaca “Review Film Transcendence”

Review Film Transcendence

Review Film Cahaya dari Timur : Beta Maluku

Cahaya dari Timur : Beta Maluku

Director: Angga Dwimas Sasongko

Cast : Abdurrahman Arif, Chicco Jerikho, Glenn Fredly, Shafira Umm

Cahaya-Dari-TImur-Beta-Maluku-Film-Indonesia-216x300

Tukang ojek itu bernama Sani, diperankan dengan apik oleh Chico Jericho, jauh-jauh dari Tulehu ke Ambon, ia datang dengan motornya untuk membeli terigu. Ia dapati kota yang tampak tak berpenghuni, seluruh keluarga sedang berlindung diri di rumah yang rapat terkunci. Toko langganannya pun enggan membukakan pintu untuk sekadar jual-beli. Apa yang Sani cari tak ia dapat, terjebak ia di tengah konflik Ambon sebelum kemudian diselamatkan oleh TNI. Lanjutkan membaca “Review Film Cahaya dari Timur : Beta Maluku”

Review Film Cahaya dari Timur : Beta Maluku

Review Film Inside Out

Inside Out

images

Director : Pete Docter

Production: Pixar

Duration : 94 min

Ketika kelima jenis emosi dianalogikan secara antropomorfis memiliki kehendak bebasnya masing-masing, seseorang tidak perlu menganggap film ini sebagai usaha serius membentuk kerangka teoritis dalam memahami otak manusia. Bagaimanapun film ini perlu dilihat sebagai usaha menjelaskan secara artistik apa yang terjadi dalam kepala seorang remaja perempuan bernama Riley; atau biasa disebut, dinamika psikologisnya. Upaya untuk berbicara soal akurasi di sini, terkadang akan berakhir sia-sia. Toh, sebagai contoh, tidak semua peneliti psikologi percaya emosi hanya terdiri dari lima jenis dan “pulau kepribadian” hanya terdiri dari lima. Lebih tepatnya, meski konon setingnya berada dalam kepala manusia, film ini sama sekali jauh dari analogi dari pola kerja dari otak, tapi sekadar merupakan salah satu model analogi dari dinamika psikologi seseorang. Lanjutkan membaca “Review Film Inside Out”

Review Film Inside Out