Holiloli

Biar Bergulir Perlahan

Ditulis dalam Etika, Katarsis, Opini, Psikologi, Sosial oleh Fadirbuja pada Januari 11, 2012

Entah kenapa tadi sore ada dorongan untuk menonton film.  Saya teringat film yang tahun lalu pernah saya tonton, Life is Beautiful (1997). Saya tonton ulang film itu. Dalam film, diceritakan Guido yang humoris menjalani hidup dengan entengnya menjahili orang ke sana ke mari. Seolah tanpa beban, ia dipertemukan dengan jodohnya seperti kejatuhan bidadari dari langit. Ah, supaya tidak terbeberkan jalan ceritanya, salah satu yang menarik saja, Guido mencoba tidak melihat segala sesuatu melulu dengan maksud prasangka, akan tetapi dengan kacamata bahwa segala sesuatu serba positif. Jadi, saat sentimen anti-semit menguat, begini si Yahudi Guido menjawab pertanyaan anaknya yang membaca tulisan “No Jews or Dogs Allowed” di pintu sebuah toko:

“Why aren’t Jews or dogs allowed to go in?”

“They just don’t want Jews or dogs to go in. Everybody does what they want to.”

Pesannya hanya satu: hidup ini indah. Cinta, keluarga, dan imajinasi dapat mengalahkan segalanya, begitu bunyi tagline filmnya.

Memang naif. Hidup tidak seindah itu sebenarnya. Kita yang membangkang cenderung melihat hidup itu muram. Atau kita yang banyak makan asam garam kehidupan, terbiasa menerka-nerka maksud seseorang melakukan sesuatu. Ketulusan cuma milik nabi mungkin, manusia lainnya tempatnya salah dan dosa, mau tidak mau (kenyataan tidak pernah suci, saudara-saudara). Mungkin faktanya memang ada sesuatu yang serba muram. Tapi bagi yang peduli, biar saja berbenah perlahan, kengototan akan berefek destruktif.

Imajinasi bahwa sebenarnya terdapat kekuatan di balik semua ini, terlepas dari benar-salahnya, justru mendukung hasrat untuk hidup. Membaca tanda-tanda zaman, semangat dunia sedang bergerak menuju satu hal. Rasakan itu dalam karya seni, baik yang berasal dari Timur atau Barat, dari Rangga Warsita hingga Rise of the Planet of the Apes nya Hollywood. Alasan kenapa lagu-lagu Indie macam Frau, Melancholic Bitch, dan Efek Rumah Kaca digemari. Dari Serial Spongebob Squarepants hingga alasan kenapa lagu The Beatles akan terus abadi.

Sesungguhnya tanda-tanda berserakan, minta dimaknai. Dalam karya sastra ia minta dihayati agar manusia dapat menembus realitas. Setiap jengkal alam dan semua buah refleksi manusia ialah metafora. Maka pesan pertama Allah kepada Muhammad adalah, Bacalah!

Bermimpilah, maka semesta akan mendukung.

Saya jadi teringat salah satu lagunya The Beatles, diawali dengan distorsi gitar nyaring diakhiri dengan pekik, judulnya Revolution:

You say you want a revolution
Well you know
We’d all want to change the world
You tell me that it’s evolution
Well you know
We’d all want to change the world
But when you talk about destruction
Don’t you know that you can count me out
Don’t you know it’s gonna be alright

You say you got a real solution
Well you know
We’d all want to see the plan
You ask me for a contribution
Well you know
We’re all doing what we can
But if you want money for people with minds that hate
All I can tell you is brother you’ll have to wait
Don’t you know it’s gonna be alright

You say you’ll change the constitution
Well you know
We’d all love to change your head
You tell me it’s the institution
Well you know
You better free your mind instead
But if you go carrying pictures of Chairman Mao
You ain’t going to make it with anyone anyhow
Don’t you know know it’s gonna be alright
Alright

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s