Holiloli

Kierkegaard

Posted in Uncategorized by Fadirbuja on Juli 31, 2010

Pernah, dalam tulisannya, Kierkegaard ngece si Hegel. Katanya, “While the ponderous sir Professor explains the entire mystery of life, he has in distraction forgotten his own name; that he is a man, neither more nor less, not a fantastic three-eighths of paragraph.

Maksudnya Kierkegaard itu, si Hegel itu terlalu asyik dengan pencarian kebenaran objektifnya atas dunia sehingga lupa kalau sebenarnya dia juga manusia. Padahal kebenaran objektifnya ini sama sekali tidak relevan dengan kehidupan pribadi seorang individu. Kebenaran ini tidak relevan ketika kita sedang bingung menentukan sebuah pilihan-pilihan dalam hidup.

Menurut Kierkegaard, yang penting bukanlah mencari kebenaran objektif, yang berlaku bagi semua orang. Tapi mencari jenis kebenaran bagi masing-masing orang, jenis kebenaran yang memiliki makna bagi kehidupan seorang individu. Kebenaran ‘untukku’, bukan kebenaran untuk kita. Kebenaran yang memiliki arti eksistensial bagi hidup kita masing-masing.

Persis ketika Buddha mengisahkan tentang seseorang yang terserang panah beracun. Adalah tidak penting pertanyaan jenis racun apa yang terkandung dalam panah itu, berasal darimanakah panah itu, atau siapa yang melakukannya. Yang penting adalah bagaimana melepaskan anak panah itu dan menyembuhkan lukanya.

Jadi masalah makna hidup itu masalah hidup dan mati. Bagi seseorang yang memahami keberadaan dirinya sendiri dalam kehidupan, kehampaan makna hidup dapat menuntun kepada bunuh diri. Apalah artinya hidup tanpa makna. Untuk menjawab pertanyaan eksistensial ini adalah tugas penting bagi semua individu yang sadar bahwa dirinya eksis.

Contoh pertanyaan eksistensial bagi Kierkegaard misalnya adalah apakah ajaran Kristen itu benar. Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan yang bisa didiskusikan secara teoritis atau akademis di belakang meja sambil minum kopi, dengan santai. Ini merupakan pertanyaan menggelisahkan yang berkaitan dengan hidup dan mati.

Masalah-masalah eksistensial ini tentu saja bersifat individual-subjektif. Hanya bisa didekati dengan perenungan sendiri, karena perasaan gelisah yang terlibat ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan eksistensial itu hanya dirasakan oleh diri sendiri. Dikatakan bersifat individual karena nantinya pilihan-pilihan kita, perilaku-perilaku lahiriah kita dituntun oleh makna hidup kita ini–alih-alih dituntun oleh nilai-norma mayoritas.

Jadi di sini Kierkegaard menekankan arti penting seorang individu. Ia mengkritik masyarakat modern yang telah menjadi seragam dan konform. Setiap orang meyakini hal-hal yang sama tanpa memiliki arti yang lebih dalam mengenainya. Mengenai nilai-nilai moral misalnya, menurut Kierkegaard bukanlah apa yang kamu pikir itu memang benar atau salah. Tetapi yang penting kamu telah memilih untuk memiliki pendapatmu sendiri mengenai apa yang benar dan salah. Dengan penekanan subjektivitas ini Kierkegaard juga hendak mengatakan, yang penting bukanlah apa makna hidupmu, tetapi kamu memilih untuk memiliki suatu makna hidup yang memiliki arti mendalam bagimu, bukan sekedar konformitas dengan mayoritas orang-orang.

2 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. rusdiyanto said, on Agustus 5, 2010 at 1:52 pm

    berarti anda mau menjadi orang yang tak seragam?

    wah saya juga begitu, sudah tidak mau seragam dengan pemikiran para remaja lainnya

    hohoh

  2. M.I. Arifia said, on September 10, 2011 at 2:38 pm

    menurut sy si Kierkegaard agak dangkal pemikirannya. konformitas itu hanya di level ‘kemasan’ atau simbol atau label doang, tapi kalo content sudah pasti sangat subyektif meskipun label sama. si Kierkegaard salah kritik tuh, misalnya nih org2 beragama X ada 100 org, apakah ke-100 org itu punya ‘keyakinan’ yg sama terhadap agamanya ? belum tentu, meskipun dia memilih agama yang sama tapi motivasi dan persepsi pasti berbeda2. terlalu mengeneralisir tuh. menurut saya di indonesia ada jutaan aliran islam, kristen, budha, dll. masalahnya penganutnya belum berani memproklamirkan sekte baru krn takut sama mui, fpi, mgkn juga rhoma irama :)


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s